Karena Belum Menikah, Perempuan Ini Terlihat Kasihan

March 04, 2019




Pada suatu pagi ada seorang ibu-ibu yang bertanya, “Mbak, Mas yang itu belum nikah ya?”.
Lalu saya menjawab, “Belum Bu.”.
Tiba-tiba dia menyahut, “Oh lupa, Mbak juga belum menikah ya? Kasihan ya Mbak.”.
OH EMJI, ingin rasanya saya sleding!


Hidup sebagai seorang perempuan di negara berflower, dengan anggapan bahwa seseorang (khususnya perempuan) yang belum menikah itu kasihan, sungguh membuat saya ingin membuktikan kepada semua orang kalau saya bahagia. Walaupun sebenernya saya juga nggak butuh pengakuan mereka, tapi kok ya lama-lama gatel juga karena kesannya saya ini perlu dikasihani.

“Mereka mungkin kasihan karena saya belum bisa merasakan ena-ena versi halal.”

Setiap kali ditanya dengan pertanyaan seperti kapan menikah, kapan nyusul, dan sejenisnya itu, saya selalu jawab dengan kalimat pamungkas, mohon doanya. Tapi semakin lama saya jenuh, rasanya ingin bersuara,

“Kalian tidak punya hak mengatur hidupku!”

Apakah salah memiliki pilihan atau pandangan hidup yang berbeda? Mereka seakan-akan tahu bahwa saya harus melakukan hal A untuk bahagia dan jauhi hal B agar tidak sial. Sampai mereka lupa kalau saya lah nahkoda dalam kehidupan yang sedang saya jalani.

“Lancang sekali kalian!”

Budaya masyarakat kita yang alih-alih disebut peduli namun lebih tepatnya ikut campur urusan hidup orang lain. Satu harapan mereka terkabul dari kita, maka mereka akan minta yang lain. Tandai pernyataan-pertanyaan yang selalu mereka ajukan.
“Kapan lulus kuliah?”
“Kapan bekerja?”
“Kapan menikah?”
“Kapan punya anak?”
“Kok melahirkan dengan caesar?”
“Anaknya kok di kasih sufor?”

Selamat datang di Indonesia, di mana ngurusin hidup orang lebih asyique ketimbang ngurus hidup sendiri.

Baca Artikel Populer Lainnya

5 komentar

  1. Sledingw ae, mbak! SLEDING! *karena saya juga sudah memasuki fase seperti ini*

    Negara berflower, jare XD *recehku siang ini, hahaha*

    ReplyDelete
  2. Just never give a fuck to people who doesnt understand how the world works.

    ReplyDelete
  3. Wah kalo saya berpikirnya engga kaya gitu sih, soalnya saya niatin emang buat ngeledek bukan peduli. Pun kalo ngejawab, jawabnya yang anti-mainstream aja biar jadi diskusi, kalo mereka stuck berarti emang si penanya itu cuma basa-basi doang.

    #apaansih

    ReplyDelete
  4. wkwkwk sabar mba pleaseeee

    ReplyDelete
  5. cocoknya yang suka ngurusin hdp org gitu dinamakan profesi apa yah ??
    cocok ditaruh di KTP

    ReplyDelete

If you have no critics you'll likely have no succes ~Malcolm X

Parf Of


Blogger Perempuan Blogger Kekinian Warung Blogger Photobucket