Birthday and Time Bomb

August 27, 2020

 

Unpopular opinion, birthday is like a time bomb, it’s a countdown to your death.

Pemikiran ini masih bertahan sampai sekarang, namun ada yang berbeda saat memasuki usia 25. Aku menemukan sebuah rekaman indah yang berisi cerita dari remaja berusia 18 tahun. Rekaman ini yang membuatku berpikir ulang,

“Apakah bisa kita memasak ulang pemikiran ini dengan menambahkan sedikit bumbu?”

Memang benar aku akan mati, tapi pernahkan aku berpikir, pelajaran apa yang aku dapat selama hidup? Apakah aku sudah pernah mengevaluasi hidupku?

Bukanlah hal yang mudah saat mencoba untuk pertama kalinya. Menulis 25 hal yang aku pelajari selama 25 tahun seperti menulis laporan tutup buku akhir tahun. Pusing dan riweuh, tapi harus, aku harus melakukannya demi diriku sendiri.

Konsep ulang tahun sendiri ku ubah, aku tidak menyebutnya sebagai ulang tahun, tapi checking point day. Checking point day adalah hari di mana aku memperoleh satu point dan diwajibkan menjabarkan isi pikiran dan hati dalam satu atau lebih media untuk refleksi diri.

Dan tahun ini aku mencapai point ke 28 ku. Aku menambahkan 1 pelajaran baru sembari menunggu kematian. Pelajaran itu adalah, I can’t control others what I can do is control myself.



PS: Hari ini bukan checking point day ku, hanya ingin menulis saja :)

Baca Artikel Populer Lainnya

12 komentar

  1. Kak Pipit, apakah hari ini adalah hari ulang tahun kakak? Kalau iya, Selamat ulang tahun ya! :D
    Jika salah, maafkan ke-sotoy-an-ku wkwkwk.
    Tapi aku tetap mendoakan yang terbaik untuk kak Pipit, baik sedang atau tidak sedang berulang tahun :)

    Jaga kesehatan dan semangat terus dalam menjalani hidup ya kak <3

    ReplyDelete
  2. Saya sejak usia berapa ya, mulai kurang peduli sama ulang tahun. Lebih tepatnya, enggak berharap dapat ucapan selamat, kejutan, atau kado lagi. Kayaknya usia 23 deh, atau 2 tahun lalu. Saya entah kenapa setelahnya justru menutup informasi tentang tanggal lahir di semua medsos, kecuali di blog. Lalu saya lebih banyak bertanya sama diri sendiri, perubahan apa yang telah saya lakukan dibanding tahun sebelumnya? Apakah semakin baik, stagnan, atau buruk? Saya tak menganggap kondisi keuangan atau jumlah saldo rekening sebagai patokannya. Tapi dengan cara, apakah saya lebih banyak berolahraga dan sudah jarang sakit, lebih sering bergembira, sudah menghasilkan berapa tulisan bagus, berguna bagi orang-orang di sekitar, dan sebagainya. Entah ke depannya pola pikir saya bakal berubah lagi atau gimana. Intinya sih mau lebih santai dalam menjalani hidup.

    Jika hari ini kamu berulang tahun, selamat ya, Pit. Semoga sehat sentosa, keinginanmu lekas terkabul, dan tentunya banyak disuguhkan hal baik. Aamiin.

    ReplyDelete
  3. Bener, aku juga mendapatkan peljaran itu. aku nggak bisa mengontrol orang lain. Terima kasih mbak Pipit :)

    ReplyDelete
  4. Ini yang aku rasakan juga ketika masuk usia seperempat abad, kebetulan di usia tersebut aku juga merayakan menjadi seorang ibu (:

    Sejak saat itu pandangan hari ulang tahun sedikit berbeda dengan biasanya. Walau aku masih mengharapkan kado dan kue ulang tahun tentunya *judge me 😝*. Tapi aku juga menyempatkan waktu untuk berkontemplasi tentang perjalanan hidup sampai berada di titik usia terentu. Hitung-hitung sebagai bentuk perayaan menuju kedewasaan ya.

    This is a quite deep thought. Aku kira kamu ulang tahun hihi πŸ˜†

    ReplyDelete
  5. Setuju, kita nggak bisa kontrol orang, yang bisa kita kontrol adalah diri kita, bagaimana reaksi kita, bagaimana sikap kita dan lain sebagainya. Itu juga yang membuat saya selalu fokus untuk melihat diri saya terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan atau sikap, mba πŸ˜„

    Eniho, meski saya teramat jarang melakukan selebrasi besar pada ulang tahun saya, tapi setiap tahunnya, momen ulang tahun selalu menjadi momen yang menyenangkan untuk saya dan pasangan serta orang tua rayakan secara kecil-kecilan. Semacam makan pancake, atau miyoguk, atau slice ice cream, etc. Hehehe. Karena di ulang tahun saya adalah hari pertama ortu saya menjadi orang tua, jadi selebrasi ultah kecil-kecilan selalu menjadi thank you note ke orang tua atas usaha mereka membesarkan saya walau nggak tau bagaimana caranya πŸ˜†

    Though mba Pipit nggak ultah sekarang, saya doakan semoga selalu sehat dan berbahagia 😍

    ReplyDelete
  6. By the way, dalam keluargaku. Ulang tahun adalah sesuatu yg tidak penting. Biasa2 saja, tidak ada yg spesial mbak.
    Jadi, aku sekalipun tidak pernah mengucapkan 'selamat ulang tahun' kepada orangtua maupun adik.
    teman2 ku mengganggap aku aneh hahaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok sama mas Dodo, dalam keluarga ku juga jarang sekali yang mengadakan acara ulang tahun, bukan tidak pernah tapi jarang. Seingatku sih baru dua kali saja ulang tahun.

      Delete
    2. Jangan2 kita satu keluarga, mas. Hehehheh

      Delete
  7. aku jadi teringat video youtube yang aku tonton minggu lalu. seorang narsum bilang bahwa Sebuah proses kematian sudah dimulai ketika kita dilahirkan di dunia ini.
    Mungkin ini mirip dengan apa yang mbak pipit katakan :)

    Membumbui proses kematian rasanya memang perlu. Biar apa yang kita jalani tidak terasa hambar. Ulang tahun bukan lagi sebuah perayaan besar, tapi menjadi sebuah perenungan tentang apa yang kita lakukan, manfaat yang diberikan selama ini, dan rasa syukur atas apa yang kita capai selama ini.

    Tulisan yang bagus mbak pipit :)

    ReplyDelete
  8. Itulah kenapa aku sbnrnya males merayakan ultah. Krn buatku, jatah hidup di dunia ini semakin berkurang..

    Yg aku lakuin tiap ultah, lgs introspeksi diri, apa yg udah dilakuin selama ini. Apa aku ada menyakiti orang lain ato makhluk lain? Ibadah selama ini udah gimana, ibadah Sunnah mulai dikerjain ato ga.. yg sebangsa itulah. Toh di saat kematian makin dekat, sudah seharusnya kita lebih Deket dengan sang pencipta :). Jangan malah sia-siain hidup sampe ajal menjemput


    ReplyDelete
  9. It's a mainstream opinion, isn't it?

    ReplyDelete
  10. Hal yang paling saya hindari adalah kalau ditanya soal umur, dan bagi sebagian orang ulang tahun itu momen bahagia, tapi kok saya malah sedih, melihat angka itu jadi hal yang asdfghjklal gitu lah

    ReplyDelete

If you have no critics you'll likely have no succes ~Malcolm X